Sajak ilalang
April 28, 2008

aku adalah ilalang di tengah rimba belantara
hidupku jauh dari gemerlap dunia
hanya berteman dengan kicau burung dan lolongan serigala
hanya berkawan auman raja rimba dan desisan ular berbisa
hanya bersahabat dengan semilir angin rimba
aku hanyalah sebatang ilalang
tubuhku bergoyang kala ada yang datang
daunku berbisik kala ada yang mengusik
meski hanya sekedar numpang lewat
ataupun menyembunyikan diri dari mara bahaya
aku hanyalah sebatang ilalang
yang terbiasa dengan segala kesunyian
yang terbiasa dengan beragam kenestapaan
yang terbiasa dengan sejuta penantian
yang terbalut dengan ketidakpastian
aku hanyalah sebatang ilalang
yang tumbuh dalam kenestapaan
yang berkembang jauh dari riuh kehidupan
walau dicerca dan ditempa hinaan
aku tetap tersenyum menatap alam yang luas dan gunung yang menjulang
ketika ada yang menghampiriku dengan membawa derita
membawa duka derita dari miskin dan papa
dia akan menganggapku sebagai sahabat
dia akan menganggapku tempat berlindung
dia jadikan aku penghadang terik matahari
dia jadikan aku penghangat dari dingin udara malam
dia anggap aku bagian dari istananya
namun………
ketika dia mulai merasa tumbuh dengan keindahannya
ketika dia mulai bisa menikmati nikmatnya jagat raya
ketika dia bisa meraih seonggok permata
perlahan diriku diturunkan dari istananya
perlahan diriku dilepas dari dinding persembunyiannya
dibuang dan dibakar karna aku sudah tidak berguna
aku hanya ilalang yang terbiasa dihina
dibuang, diinjak dan dicerca
aku hanya sebatang ilalang
yang tetap tersenyum meski dianggap takberguna
mungkin memang sudah lupa dan sudah biasa
rimba damai, 28 april 2008
risa
19 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed







1.
Mas igun | June 27, 2008 at 2:27 am
Actualy aku suka puisimu tentang sajak ilalang coz yg paling menarik pd bait penghabisan …aku ilalang yg sudah terbiasa diinjak jd ilalang tetap tersenyum coz itu ‘jawaban’ nasib si ilalang bila dia adalah ‘kamu’ allah bisa karena biasa menjadi allah bahagia karena biasa menderita. Itu adalah bahasa alam seperti sehelai daun tertiup angin tak tahu akan jatuh kemana. Kadang aku membiarkan saja angin akan membawaku ke mana mungkin kali ini ke blogg mu..:).
2.
didin | July 10, 2008 at 12:08 pm
panjang banget sajaknya …
salam kenal ya .
3.
Reska Syafrudin | July 16, 2008 at 12:30 am
Sie babe jadi betah main disini, semua isinya menyejukkan hati, kapan ya babe bisa nulis begini. Teruslah berkarya.
4.
Sie... | July 16, 2008 at 1:06 am
Mas igun,mas didin n babe ryudin thanks ya udah mampir ke mari..maaf bgt bru blz comment2 nya..insya allah lbh rajin ngurusin lagi deh
jgn bosen2 main ya
5.
che guevara | July 24, 2008 at 8:08 am
Apa nasib loe seperti ilalang itu..? gw turut prihatin.. sumpee..!!
6.
firexsantos | July 28, 2008 at 11:41 am
wah… blognya asyik yah… salam kenal… dari blogger baru nich….
masih belajar nich…..;))
7.
Sassie Kirana | July 28, 2008 at 12:21 pm
He he..salam kenal kembali..sassie juga baru kok..kita sama2 belajar ya..tetap semangka..:-D
Thanks 4 ur coming jgn bosen2 mampir lagi..
8.
sigid | July 28, 2008 at 3:09 pm
hmmm rada sentimentil yah
9.
Sassie Kirana | July 28, 2008 at 3:41 pm
iya nih..salam kenal ya thanks udah berkunjung
10.
Oka Mahendra | December 3, 2008 at 3:12 pm
Iseng-iseng saya telusuri blog ini untuk mencari tahu apa yang ada di pikiran Sie ketika mulai menulis blog di Sachzqirana.WordPress.com
….
Ternyata ketika puisi ini ditulis, Sie menggambarkan dirinya sebagai ilalang, sebuah yang dalam bayangan saya adalah makhluk yang tidak berdaya.
Bagaimana dengan sekarang? Apakah Sie masih menjadi ilalang?
11.
Sassie Kirana | December 3, 2008 at 4:05 pm
Waduh..mas Oka ngajakin flashback nih..
Banyak hal yang sie dapat disini mas, ilalang itu udah gak kesepian dan merasa sendiri lagi..
Meski angin sesekali menerbangkannya dan banyak tangan tangan yang ingin mencabutnya
Ilalang gak akan pernah mati..dia akan terus tumbuh menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Makasih ya mas Oka menyempatkan main kesini, sie ingat pertama kali blogging, sie komen diblog mas Oka dipost tips promosi blog yang agak nyeleneh itu ha ha ha bener bener top deh
12.
Agung Mojosari | December 4, 2008 at 7:44 pm
hehe… ikutan ngintip awal blog ini
13.
Rizal | January 3, 2009 at 8:11 am
Umm… Ilalang… tapi kenapa ya… Ilalang itu meskipun sudah berkali – kali ditebas, kadang kala di bakar pula, tapi tetap aja mampu tumbuh…..
14.
Kishi | March 31, 2009 at 5:02 pm
ilalang itu keinginannya kuat, justru itu dia sangat tega melihat teman di sebelahnya menjadi kerdil karna keegoisannya….
salam kenal bloger baru neh… embunrhinoco.blogspot.com
15.
Mj | April 16, 2009 at 5:51 pm
puisinya bagus banget!!
benar2 mengambarkan apa yang kurasa.
tapi… buat orang2 seperti kita memang seperti ilalang, walaupun hanya sebuah ilalang, toh.. Tuhan tetap memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmati hidup…
16.
yusep kabir | April 17, 2009 at 10:38 pm
sungguh puisi yang menggugah hati dan menyentuh
untuk daerah singgah hati yang terkadang tak kumangerti
kemana akan lari.wasalam
17.
Skolastika Kirana | May 2, 2009 at 5:58 pm
wow, bgs bgt puisinya..
keren ^^ hehehe
lam knl
-btw nama kita sama yak? kekekekekkek-
18.
daPHIInci | June 5, 2009 at 5:56 am
sassie
puisinya bagus
page2 yg lain juga bagus semua
saya smpai menangis mmbca satu dmi satu judul yg tertera di blogmu
mungkin memang saya yg cengeng dan mudah skali menangis
tp tulisan kamu, nyentuh banget.
aniweii
salam knal sassie
i get ur blogpage from temen2 di myopera
i’ll link your blog url to my abal-abal blog
a bunch of love to sassie
19.
nahyun | October 18, 2009 at 3:16 pm
Aku adalah ilalang..
yang mungkin di pandang sebelah mata..
namun aku lebih baik daripada manusia yang cuma taunya menangisi nasib..
karena mampu menghijaukan tanah dan mengenyangkan sapi.
he..he
Pinjam gambarnya untuk blog gue yaa.. salam kenal
(www.gomind-nahyun.blogspot.com)